Sabtu, 15 Maret 2014

Ragam Alat Kontrasepsi / KB



Ragam Alat Kontrasepsi


Ada beragam alat pengontrol kehamilan atau alat kontrasepsi yang beredar di pasaran. Saking banyaknya ragam pilihan, terkadang orang pun bingung memilih alat kontrasepsi mana yang akan dipakai. Masing-masing alat kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka dari itu, ada baiknya kita mengenal ragam pilihan alat pengontrol kehamilan seperti berikut:
JENIS METODE KB PASCA PERSALINAN

NON HORMONAL

1.Metode Amenore Laktasi (MAL)

2.Kondom

3.Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)

4.Kontrasepsi Mantap (Tubektomi dan Vasektomi)



HORMONAL

1.Progestin: pil, injeksi dan implan

2.Kombinasi: pil dan injeksi


  • Pil kontrasepsi
    Pil ini mengandung hormon yang bisa mencegah ovarium perempuan mengeluarkan sel telur sehingga mencegah kehamilan. Perempuan yang menggunakan kontrasepsi ini harus mengkonsumsi pil tersebut setiap hari, bahkan pada waktu yang sama setiap harinya.
Keuntungan:
Perempuan bisa tetap mendapatkan siklus menstruasi yang teratur dan bisa diprediksi, meskipun ada juga yang tidak mendapatkan siklus teratur.
Kelemahan:
Menimbulkan efek samping, seperti keinginan seksual yang berubah, mual dan muntah.

  • Spiral atau intrauterine device (IUD)
    Pemakaiannya dengan memasukkan alat berbentuk “T” ke dalam rahim yang dilakukan oleh ginekolog, kontrasepsi ini hanya sekali pemasangannya.
Keuntungan:
Efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan untuk jangka waktu 5-10 tahun.
Selain paling efektif, metode ini sifatnya tidak permanen sehingga bisa dilepas jika ingin punya anak lagi.
Kelemahan:
Memiliki risiko infeksi jika terjadi kesalahan dalam pemasangan. Beberapa pengguna IUD juga mengalami perdarahan dan keram dalam beberapa bulan pertamanya.
  • Suntik Hormon
    Suntik hormon dilakukan dengan cara melepaskan hormon ke dalam darah untuk mencegah ovulasi yang bisa mengakibatkan kehamilan.
 Kekurangan
bisa menyebabkan iritasi ruam kulit, rasa tidak nyaman dan biasanya menyebabkan kenaikan berat badan. 
  • Diafragma
    Terbuat dari bahan karet yang fleksibel seperti mangkuk yang dipasang di atas leher rahim. Diafragma membuat sperma yang akan masuk ke rahim terhalang di leher rahim. Penggunaan diafragma terbilang repot. Perempuan yang ingin menggunakan diafragma harus dicocokkan dulu ukurannya oleh dokter kandungan


  • Kondom
    Kondom merupakan alat kontrasepsi yang paling murah, mudah didapat, bisa digunakan kapan saja dan mudah untuk digunakan. Namun, kondom mengurangi kenyamanan laki-laki.

     
  • Vasektomi
    Vasektomi adalah alat kontrasepsi bedah untuk pria dengan cara memutus saluran spermanya. Operasi vasektomi menghambat saluran spermatozoa yang membawa sperma keluar.

     
  • Tubektomi
    Tubektomi adalah kontrasepsi bedah untuk perempuan yang mana saluran tubanya diblokir atau dihambat sehingga sel telur yang dikeluarkan tidak bisa masuk ke dalam rahim. 


  • Kalender

Metode ini digunakan bagi perempuan yang siklus haidnya tidak menentu. Langkah-langkahnya adalah:
  • Catat data haid selama 6-12 bulan terakhir.
  • Kurangi 18 hari dari siklus haid tersingkat untuk menentukan awal masa suburnya.
  • Kurangi 18 hari dari siklus haid terpanjang untuk menentukan akhir masa subur.

    Contoh : Setelah kita catat selama 6-12 bulan terakhir, ternyata siklus terpanjang adalah 31 hari dan siklus terpendek 26 hari.

    Maka, 31 – 11 = 20. 26 – 18 = 8. Jadi, perkiraan masa subur berlangsung dari hari ke 8 sampai hari ke 20.

    Jika siklusnya teratur, masa subur berlangsung 14+/- 1 hari haid berikutnya artinya masa subur berlangsung pada hari ke 13 sampai hari ke 15 sebelum tanggal haid yang akan datang.

Metode Kalender dengan Menghitung Masa Subur dan Prasubur
  • Masa subur = hari terakhir haid +13 hari
  • Masa pra subur = masa subur – 3 dan masa subur + 3

    Contoh : jika hari terakhir haid tanggal 10 maka tanggal masa subur adalah 23. Masa prasubur awal tanggal 20 dan masa prasubur akhir tanggal 26.

Metode Kalender Tabel
Siklus menstruasi 
Ovulasi
Masa subur
22
Hari ke-8
Hari ke-7 sampai 9
23
Hari ke-9
Hari ke-8 sampai 10
24
Hari ke-10
hari ke-9 sampai 11
25
Hari ke-11
Hari ke-10 sampai 12
26
Hari ke-12
Hari ke-11 sampai 13
27
Hari ke-13
Hari ke-12 sampai 14
28
Hari ke-14
Hari ke-13 sampai 15
29
Hari ke-15
Hari ke-14 sampai 16
30
Hari ke-16
Hari ke-15 sampai 17
31
Hari ke-17
Hari ke-16 sampai 18
32
Hari ke-18
Hari ke-17 sampai 19
33
Hari ke-19
Hari ke-18 sampai 20
34
Hari ke-20
Hari ke-19 sampai 21
35
Hari ke-21
Hari ke-20 sampai 22
36
Hari ke-22
Hari ke-21 sampai 23
Contoh :
Awal menstruasi bulan lalu: 1 Januari
Awal menstruasi bulan ini: 3 Februari
Siklus menstruasi: 33 hari
Ovulasi: 22 Februari (19 hari sejak awal menstruasi bulan ini)
Masa subur: 21-23 Februari (sehari sebelum hingga sehari setelah ovulasi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar